Rabu, 30 Maret 2016

MENGEMBALIKAN KEBIASAAN “SCRATCHING” PADA KUCING

       Tingkah laku menggaruk atau “Scratching” yang dilakukan oleh kucing sering kali dianggap menjengkelkan oleh kita. Kebanyakan pemilik kucing sangat resah dengan tingkah laku yang satu ini,karena kucing kesayangan mereka selalu merusak perabotan di rumah terutama kursi atau sofa. Pemilik kadang hanya bisa memarahi kucing peliharaan mereka tanpa mengetahui lebih dalam tentang kebiasaan yang satu ini dan mencari cara agar kebiasaan scratching bisa terkontrol dan berukurang.

Scratching adalah tingkah laku normal setiap kucing. Tingkah laku ini sangat penting bagi kucing dan lebih kompleks dari apa yang pernah kita bayangkan. Selama ini mungkin kita beranggapan bahwa scratching yang dilakukan oleh kucing hanya untuk mempertajam kuku saja. Bahkan tidak sedikit pemilik kucing menganggap tingkah laku ini dilakukan oleh kucing hanya untuk merusak benda-benda di sekitarnya. Sebenarnya selain untuk mempertajam atau membersihkan kuku, kucing melakukan Scratching untuk meregangkan otot bahu dan punggung. Cara ini yang paling efektif bagi kucing untuk meregangkan otot bahu dan punggung, sering kali dilakukan oleh kucing setelah bangun tidur.

Kucing melakukan scratching juga untuk menandai benda, tempat atau wilayah yang sering disebut sebagai komunikasi teritorial. Kelenjar keringat yang ada pada telapak kaki kucing menghasilkan bau yang khas. Ketika kuku kucing mencakar atau menggores suatu benda, maka bau yang khas tersebut juga ikut keluar dan menempel di benda tersebut. Bekas goresan dan bau yang khas tersebut bisa menjadi pesan bagi kucing lain yang melewati benda atau wilayah itu bahwa sudah ada kucing lain sebelumnya yang pernah ke wilayah tersebut. Hal seperti ini biasa dilakukan oleh kucing outdoor dan sering dilakukan pada pohon atau pagar kayu ditempat kucing tersebut tinggal.

Untuk melepaskan atau menyalurkan perasaan senang atau tertarik terhadap sesuatu, kucing juga sering kali melakukan scratching. Kalau kita sering mengamati kadang kucing melakukan scratching ketika bangun tidur, akan diberi makan, bermain bersama kucing lain atau bahkan ketika kucing tersebut meilhat pemiliknya pulang. Kucing juga melakukan atau menunjukan kebiasaan scratching di depan pemilik atau kucing lain untuk menunjukan bahwa benda atau wilayah tersebut adalah miliknya. Hal seperti ini biasa dilakukan oleh kucing indoor dan sering dilakukan pada kursi atau sofa serta benda-benda yang terbuat dari kain seperti karpet.

Setelah mengetahui lebih dalam tentang kebiasaan kucing melakukan scratching, kita harus tahu apa yang akan kita lakukan agar kucing tersebut tidak melakukan kebiasaan menggaruk ditempat yang tidak seharusnya atau mengurangi keinginan kucing tersebut untuk melakukan scratching. Kita tidak bisa hanya mengusir kucing kita begitu saja dari sofa, mereka pasti akan kembali melakukan scratching ditempat tersebut. Kita harus memberikan tempat atau benda yang biasa disebut scratch post untuk menggantikan sofa tersebut. Sekarang sudah banyak yang menjual alat ini dengan model dan ukuran yang bermacam-macam. Kita juga tidak boleh asal membuat dan menaruh scratch post ini. Bahan yang digunakan sebaiknya tidak terlalu halus dan licin, karena kucing lebih suka dengan benda-benda yang kasar agar kukunya dapat menancap agak dalam. Bahan berupa kain seperti karpet biasanya membuat kuku kucing sering tersangkut. Untuk ukuran tinggi juga harus dipertimbangkan, jangan sampai terlalu rendah karena kucing kita tidak akan mendapatkan posisi peregangan otot yang maksimal. Tempat meletakan scratch post juga tidak boleh sembarangan, jangan diletakan ditempat yang susah dijangkau atau ditempat yang tidak disukai oleh kucing. Untuk pertama kali memperkenalkan scratch post pada kucing kita,sebaiknya diletakan di dekat sofa atau di tempat biasanya suka scratching. Jika kucing kita masih menggaruk ditempat lain segera pindahkan ke scratch post agar cepat terbiasa. Melatih dan merubah kebiasaan kucing kita menggunakan scratch post membutuhkan kesabaran.


Memotong Kuku Kucing

Selain menggunakan scratch post, metode lain untuk mengontrol kebiasan scratching kucing kita adalah dengan memotong kuku. Bagi beberapa orang mungkin takut untuk memotong kuku kucing mereka. Karena jika kita salah memotong dapat mengakibatkan kuku kucing menjadi berdarah. Kucing sering kali menjadi sangat takut jika teknik memotong kuku kita kurang tepat, baik itu dari memposisikan kucing, memegang kaki sampai memotong kukunya. Memotong kuku biasanya dilakukan secara rutin setiap 1-2 minggu sekali untuk menjaga kuku kucing tetap pendek sehingga mengurangi kebiasaan scratching. Memotong kuku berbeda dengan istilah “declawing” yang memiliki arti mengangkat kuku atau cakar. Teknik declawing membutuhkan operasi yang dilakukan oleh dokter hewan untuk mengangkat semua bagian dari kuku tidak hanya memotong ujung dari kuku saja. Dokter hewan melakukan hal ini jika terjadi luka cukup serius sehingga mengharuskan kuku kucing tersebut diangkat semua bagiannya. Untuk mengurangi kebiasaan scratching teknik ini sangat tidak dianjurkan karena dapat merubah tingkah laku kucing itu sendiri.

Sebelum memulai pemotongan kuku kucing kita harus mempersiapkan peralatannya terlebih dahulu. Yang harus dipersiapkan antara lain gunting kuku, disarankan untuk memakai gunting kuku kucing yang ukurannya lebih kecil dari pada gunting kuku anjing bahkan beberapa orang menggunakan gunting kuku manusia tetapi hasilnya tidak sebagus menggunakan gunting kuku kucing. Peralatan lain yaitu kain atau handuk untuk memegang kucing kita jika susah diam serta kapas dan antiseptic yang berguna nanti jika kita memotong terlalu pendek sehingga berdarah.

Langkah pertama untuk memotong kuku adalah memposisikan kucing senyaman mungkin agar tidak merasa tertekan serta memudahkan kita nantinya untuk memotong kuku. Jika kucing kita tidak dapat diam dan tenang kita bisa menggunakan kain atau handuk untuk membungkus badannya sehingga kucing kita tidak dapat bergerak bebas. Beberapa kucing justru kadang merasa nyaman jika berada dipangkuan pemilik. Sangat dianjurkan pula dengan dibantu orang lain untuk memegang kucing kita jika tidak bisa diam. Setelah itu kita memegang kaki kucing dan agak sedikit menekan jari mereka untuk mengeluarkan kukunya. Setelah kuku dapat kita keluarkan maka akan terlihat bagian yang berwarna merah muda dan disitulah letak pembuluh darah pada kuku. Pemotongan kuku tidak boleh terlalu dekat dengan bagian tersebut. Jika kita terlalu dekat dengan bagian tersebut maka kuku akan berdarah dan kucing akan merasa kesakitan. Jika terjadi hal ini bisa segera dihentikan pendarahannya dengan menekan kuku tersebut dengan kapas sampai tidak keluar darah banyak, setelah itu boleh diberikan antiseptic. Segera bawa ke dokter hewan jika darah yang keluar banyak dan tidak bisa berhenti. Biasanya kucing akan merasa tidak nyaman ketika akan dipotong kuku yang berikutnya. Semua kukunya harus dipotong dalam satu waktu agar kuku kucing kita tumbuh secara bersamaan sehingga kita bisa menjadwalkan kapan untuk dilakukan pemotongan kuku lagi.   

Segera konsultasikan dengan dokter hewan terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kebiasaan scratching, melatih kucing kita menggunakan scratch post serta mempelajari teknik memotong kuku yang benar. Ingat kebiasaan scratching pada kucing tidak bisa dihilangkan tetapi kita dapat mengontrol kebiasaan tersebut.


Sumber Pustaka :
American Association of Feline Practitioners. Feline Behavior Guidelines. 2004.
www.catbehaviorassociates.com
www.humanesociety.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar