Minggu, 26 Februari 2017

FELINE CALICIVIRUS

FELINE CALICIVIRUS
Oleh Nindya Kusuma, DRH

Feline Calicivirus adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan bagian atas dengan gejala demam, hipersalivasi, lesi ulser pada lidah, ulser pada paw, sneezing (bersin-bersin), dan konjungtivitis. Penyakit Feline Calicivirus disebabkan oleh infeksi Calicivirus, yaitu virus RNA dan tidak beramplop. Nama calicivirus berasal dari penampilan di mikroskop elektron dari serangkaian cup (calyx).  
Virus tersebut bereplikasi di tonsil dan jaringan lymphoepithelial dan selanjutnya virus tersebut shedding. Virus relative stabil di lingkungan kurang lebih selama 3 minggu. Infeksi Feline Calici Virus (FCV) biasanya ditularkan oleh aerosol, diekskresikan melalui oral dan nasal discharge serta saliva. Gejala klinis muncul setelah 3 sampai 4 hari setelah terinfeksi virus.        
            Akibat gangguan saluran nafas  menyebabkan kucing kehilangan nafsu makan bahkan tidak dapat makan sehingga lemas, dehidrasi dan dapat menyebabkan kematian. Kucing yang telah terinfeksi Calicivirus dapat berubah status menjadi karier dengan kata lain masih dapat berpotensi menularkan ke kucing yang lain. Status karier berlangsung selama beberapa tahun dan virus dibebaskan melalui organ oropharynx. Penularan Calicivirus dapat secara langsung dan tidak langsung, secara langsung melalui kontak fisik dengan kucing yang menderita atau karier Calicivirus. Penularan secara tidak langsung melalui lingkungan, kandang, bowl dan sebagainya.
Management sanitasi sangat diperlukan bagi Anda yang memiliki kucing yang sedang terinfeksi Calicivirus, yaitu dengan mendesinfektan dengan kandang dan bowl. Serta isolasikan kucing yang sakit dengan kucing yang sehat. Pencegahan dengan vaksinasikan kucing.

SUMBER
Feline Infectious Diseases and Parasitology. Blackwell Publishing. 
Gaskell R, Dawson S. Feline Respiratory Disease. In : Green CE, ed. Infectious Diseases of
the dog and cat. Philadelphia ; WB Saunders; 1998:97-106.


John, R. August. 2006. Consultations in Feline Internal Medicine . Elsevier Inc.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar