Rabu, 11 Januari 2017

Pyoderma pada Marmut (Guinea Pig)

Pyodermapada Marmut (Guinea Pig)
oleh Dinda Mahardika, DRH


Marmut merupakan hewan pengerat atau rodentia yang berasal dari Amerika Selatan. Hewan ini mempunyai berbagai macam spesies salah satunya yaitu Cavia Porcellus. Marmut ini merupakan hewan herbivore yang disebut sebagai monogastric atau hewan yang mempunyai lambung tunggal, dengan organ sekum yang panjang. Marmut merupakan hewan yang mempunyai bentuk tubuh yang kecil, lembut, dan juga hewan eksotik yang relative mudah untuk dipelihara, responsive terutama dipelihara sejak masih muda. Marmut atau guinea pig merupakan hewan social yang berusaha untuk kontak fisik dengan marmot lainnya apabila berada dalam satu kandang bersama. Tingkah laku lainnya oleh marmut ini yaitu jarang sekali untuk grooming sendiri, sehingga diindikasikan bila bulu rontok atau hair pulling marmut sedang berada dalam lingkungan yang kurang kondusif sehingga menyebabkan stress.
Marmut merupakan hewan yang tidak mudah beradaptasi dalam hal makanan, seperti hal nya apabila sering mengganti pakan atau minuman tanpa adanya persiapan terlebih dahulu. Perubahan pakan yang terlalu sering sangat berdampak negative bagi marmut, oleh karena itu jika ingin mengganti pakan lebih baik sejak marmut masih muda untuk memberika pakan yang beraneka ragam sehingga nantinya marmut akan mulai terbiasa. Pakan yang diberikan untuk marmut sebaiknya banyak mengandung protein yang berkisar antara 18-20%. Sumber utama pakan yang harus dicukupi untuk guinea pig atau marmut yakni Vitamin C, sebab guinea pig tidak memiliki enzim l-gulonolakton oksidase yang berfungsi sebagai sintesis asam askorbat dari glukosa. Pakan yang dapat diberikan untuk guinea pig atau marmut yakni sayuran dan buah-buahan salah satunya yaitu bayam, wortel, mentimun, kale, tomat, serta brokoli. Pellet juga dapat diberikan untuk guinea pig namun pakan ini bukan pakan utama melainkan hanya pakan pendamping saja, oleh karena itu bias diselingi dengan petgrass atau Hay.
Problem atau beberapa penyakit yang umum menyerang guinea pig atau marmut salah satunya yaitu Skin Infection of Bacteria atau bila sudah kondisi yang parah bisa menjadi Pyoderma. Pyoderma ini umumnya kulit kemerahan, hingga bisa timbul adanya eksudat ataupun nanah pada luka. Faktor penyebab pyoderma ini bisa terjadi karena masalah kulit seperti adanya infestasi ektoparasit, dermatophytosis, keseimbangan hormonal serta trauma. Luka akibat pyoderma ini adanya eksudat atau nanah , kemerahan pada kulit serta luka terbuka. Apabila guinea pig atau marmut anda mengalami hal demikian maka segera bawa ke dokter hewan untuk memastikan penyebab dari pyoderma sehingga mendapatkan pengananan yang baik dari dokter hewan. Untuk emergency pertama sebelum dibawa ke dokter hewan, penanganan yang dapat dilakukan yaitu pembersihan luka terlebih dahulu dengan cairan steril atau fisiologis setelah itu segera bawa ke dokter hewan terdekat.

Gambar: Kasus Pyoderma pada guinea pig atau marmut di area punggung
Pencegahan agar guinea pig atau marmut anda tidak mengalami infeksi pyoderma yakni perbaikan dari sanitasi kandang dan lingkungan di sekitar kandang. Struktur kandang yang baik mempunyai ventilasi yang cukup, serta struktur kandang yang tidak perlu rapat untuk alas nya sebab guinea pig merupakan hewan caecotrop yang juga memakan kotorannya sendiri. Hindari struktur pada kandang dari benda tajam sehingga meminimalisir dari luka trauma sehingga kejadian infeksi luka atau pyoderma terminimalisir dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Quesenbery EK, Carpenter WJ. FERRET, RABBIT and RODENT CLINICAL MEDICINE and SURGERY third edition. ELSEVIER SAUNDERS. 2012.USA.

1 komentar:

  1. Salam dokter...thanks tipsnya...sya memiliki guenea pig kty sih pnjualx bilngx umur 3 tahun..smp drumah anak sy lngsung memegangx dr sore smp mlm..ke esokn hrix si marmut ndk mw mkan dn lemas..ap yg hrs dlkukn??

    BalasHapus