Minggu, 26 Juni 2016

Periodontal pada Kucing dan Anjing

oleh Maria Ulfa, DRH



Penyakit periodontal bersifat kronis dan progresif. Pada stadium yang lanjut, tulang rahang disekitar tulang gigi hancur dan gigi tanggal. Proses ini makan waktu bertahun-tahun. Tulang yang sudah hancur tidak dapat diperbaiki. Namun pengobatan yang tepat secara rutin, dapat mencegah kerusakan yang lebih berat. Untuk menangani penyakit periodontal, mutlak diperlukan kerja sama yang baik dari pemilik hewan.

Tanda-tanda penyakit
Pada stadium awal, buasanya hewan tidak menunjukkan gejala sama sekali, namun sudah ada halitosis (bau busuk dari mulut) dan lapisan karang gigi. Lapisan gigi paling sering terlihat pada taring dan geraham atas, dan paling tebal pada geraham atas yang besar (premolar atas keempat pada anjing).
Bila penyakit periodontal sudah mengenai tulang (pada stadium kedua dan keempat), hewan merasa nyeri pada waktu makan atau bila moncongnya dipegang. Rasa nyeri menyebabkan nafsu makan berkurang, atau sama sekali hilang, sehingga hewan menjadi kurus. Air liur yang kental dan berbau busuk terdapat disekitar geraham atas atau bawah, atau menggantung pada mulut bagian samping. Air liur bisa juga bercampur dengan darah.


Penanganan penyakit
Untuk dapat memeriksa gigi dengan baik dan menentukan penanganannya, hewan harus dibius. Halitosis yang berat, biasanya menandakan ada infeksi perlu dikendalikan dahulu sebelum gigi ditangani.
Karena penyakit perodental disebabkan oleh karang gigi, maka karang gigi harus dihilangkan. Prosesnya disebut dental scaling. Meskipun scaling dapat dilakukan secara manual, namun yang lebih baik adalah dengan ultrasonic scaler, yaitu mengunakan getaran frekuensi tinggi untuk menghancurkan karang gigi. Metode ini tidak menyebabkan kerusakan pada lapisan email dari gigi.
Karang gigi yang perlu dibersihkan bukan saja yang kelihatan, tetapi juga yang tersembunyi di bawah gusi, didalam subgingival sulcus. Gigi yang goyah harus dicabut. Pada kucing sering terjadi kerusakan pada permukaan gigi (karies), pada bagian gigi yang berbatasan dengan gusi. Gigi seperti ini juga biasanya harus dicabut meskipun tidak goyah.
Setelah karang gigi dibersihkan, maka pemilik harus menjaga kebersihan gigi hewannya dengan menyikat gigi anjing atau kucingnya secara teratur. Dental Scaling sebaiknya diulang setip enam bulan atau setiap tahun sekali, tergantung perawatan dirumah dan terbentuknya kembali karang gigi.

Pencegahan
Untuk mempertahankan kesehatan hewan kesayangan kita, maka pencegahan timbulnya karang gigi harus dilakukan seawal mungkin. Menyikat gigi hewan mulai umur muda adalah pencegahan yang terbaik bila tidak ada sikat gigi dan pasta gigi yang khusus untuk hewan, dapat dipakai sikat gigi yang lunak dan pasta gigi untuk bayi.
Yang perlu dibersihkan adalah permukaan gigi bagian luar, karena disinilah biasanya terbentuk plak dan karang gigi. Sebaiknya gigi disikat satu atau dua kali sehari.
Makanan yang keras dapat mencegah timbulnya plak dan karang gigi, misalnya tulang-tulangan dari kulit sapi, atau dog/cat food kering. Dapat juga diberikan pakan oral care, yang didesain khusus untuk mencegah dan mengurangi karang gigi.
Perawatan gigi yang baik, tidak saja mencegah bau mulut yang tidak enak, tapi juga akan mengurangi problem penyakit pada hewan kesayangan kita pada umur yang lebih tua.



Sumber pustaka: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar