Kamis, 23 Juni 2016

DIET PAKAN UNTUK ANJING DAN KUCING YANG TERKENA PLAK DAN KARANG GIGI

Oleh Nindya Kusuma, DRH


Dalam melangsungkan kehidupannya hewan kesayangan memerlukan makan. Proses perjalanan makanan akan memasuki rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Gigi merupakan alat prehensi utama dalam mengambil makan. Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut. Anjing memiliki empat jenis gigi, yaitu gigi incisivus, caninus, premolar dan molar. Gigi incisivus berfungsi untuk memotong makanan,  gigi caninus digunakan untuk menangkap dan merobek makanan, gigi premolar untuk merobek dan membantu menggiling makanan sedangkan gigi molar untuk mengunyah dan menggiling makanan.
Permasalahan gigi pada anjing dan kucing yang sering ditemukan adalah keberadaan karang gigi atau tartar. Keberadaan karang gigi dapat mempengaruhi status kesehatan anjing. Apabila karang gigi tidak diatasi maka akan menimbulkan bau tidak sedap dari mulut sebagai akibat pembusukan bakteri di karang gigi sehingga anjing menjadi gelisah. Penyebab anjing gelisah karena merasa kesakitan akibat peradangan telah mengenai urat saraf menyebabkan nafsu makan menurun.   
Menurut Asosiasi Dokter Hewan Amerika apabila ditemukan penumpukan karang gigi pada anjing maka anjing tersebut digolongkan anjing yang tidak sehat. Anjing dan kucing yang berkarang gigi tebal dapat dipengaruhi oleh jenis pakan campuran yaitu pakan kering dan basah. Sisa-sisa pakan basah akan mudah menempel pada gigi sehingga memicu timbulnya karang gigi. Pada dasarnya, proses pembentukan karang gigi dibagi menjadi 3 fase, yaitu pembentukan pelikel, kolonisasi awal pada permukaan gigi dan kolonisasi sekunder serta pematangan plak. Pada fase pembentukan pelikel, bakteri bergabung dengan saliva dan sisa-sisa makanan di antara gigi dan gusi, selanjutnya plak akan terbentuk dan berakumulasi pada gigi sehingga membentuk pelikel. Pelikel merupakan kutikel yang tipis, bening dan terutama terdiri dari glikoprotein (Foster dan Smith, 2011a). Pada pelikel diperoleh mikroorganisme yang sebagian besar bakteri aerobik gram positif, terutama dari genus streptococcus yang menghasilkan suatu eksopolisakarida.
Eksopolisakarida adalah suatu zat yang bertindak seperti lem yang berfungsi sebagai fasilitator perlekatan bakteri ke permukaan gigi sehingga terbentuk kolonisasi pada permukaan gigi. Proses tersebut membutuhkan waktu 24 hingga 48 jam kemudian plak akan termineralisasi sekitar 12 hari untuk membentuk karang gigi (Pieri et al., 2012). Pada fase akhir pematangan plak ditandai dengan menurunnya jumlah bakteri gram positif dan meningkatnya bakteri gram negatif (Gehring dan  Willmann, 2003).
                Diet pakan dental juga merupakan salah satu pencegahan untuk kasus karang gigi dan penyakit periodontal. Pakan kering dapat mengurangi timbulnya plak serta dengan diberikan chewing. Diet dengan pakan kering  khusus dengan formulasi untuk mengontrol plak dan gingivitis. Diet pakan dental dengan kibble yang diformulasikan dengan kandungan fiber yang seperti karet yang mampu menyikat permukaan gigi yang terdapat plak dan karang gigi. Struktur fiber unik karena tidak mudah hancur terhadap penetrasi gigi. Ketika hewan kesayangan harus diet pakan maka kibble pakan dapat mengurangi plak supragingival. 
            Selain itu, juga tersedia snack biscuit yang mengandung Sodium Hexametaphosphate (HMP) untuk mengontrol karang gigi atau tartar. Peran Sodium Hexametaphosphate  merupakan bentuk yang dapat larut atau dipecahkan sehingga terikat oleh saliva mengakibatkan tidak ada ruang untuk terbentuknya plak dan karang gigi. Selain itu, kandungan Zinc ascorbate, zinc gluconate, dan zinc salt ditemukan dalam berbagai gel pembersihan mulut dapat membantu akumulasi kontrol plak karena aktivitas antimikroba mereka.   
            Vitamin juga berperan penting yaitu vitamin A, B, C dan D. Defiseinsi vitamin A dapat menyebabkan gingivitis marginal, hypoplasia gingival dan resorption tulang alveolar.
Defieinsi Vitamin B kompleks (asam folat, asam pantothenat, niasin dan riboflavin) dapat menyebabkan inflamasi gingival dan nekrosis epitel. Vitamin C berperan dalam sintesis kolagen serta vitamin D meregulasi konsentrasi kalsium. Apabila terjadi defisensi vitamin D maka dapat mengakibatkan homeostasis kalsium dan ligament periodontal serta tulang alveolar. Hampir seluruh vitamin tersebut terkandung pada pakan komersial.       


SUMBER       :
Ellen I. Logan. Dietary Influences on Periodontal Health in Dogs and Cats. Vet Clin Small
Anim 36 (2006) 1385–1401.
Foster dan Smith. 2011. Bacteria: A Cause of Plaque and Tartar. Foster &     Smith Inc. http://www.peteducation.com.  
Gehring, J. S.N dan Willmann, D.E. 2003. Dental Plaque Biofims. Lippincott   Williams & Wilkins.Philadephia.
Jan Bellows . 2004. Small Animal Dental Equipment, Materials And Techniques. Blackwell
Publishing.   
Patricia A. Schenck. 2010. Home-Prepared Dog and Cat Diets 2nd Ed. WILEY-
BLACKWELL.  
Pieri, F.A., Falci, D.A. P., Bourguignon, E., dan Scatamburlo, M. M. A. 2012. Periodental Disease in Dogs. Europe. In Tech.  http://cdn.intechopen.com/pdf.  
William D. Cusick. 1997. Canine Nutrition.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar