Selasa, 28 Juni 2016

GEJALA KLINIS GANGGUAN PADA RONGGA MULUT

 Oleh Alvin Febrianth, DRH


            Rongga mulut merupakan organ pencernaan pertama yang terdiri dari lidah, gigi dan gusi serta kelenjar air liur. Oleh karena itu jika terdapat masalah pada rongga mulut baik itu masalah pada gigi, gusi atau lidah maka akan berpengaruh pada sistem pencernaan yang lain. Karena pada rongga mulut inilah makanan pertama kali masuk dan diproses dari bentuk yang besar dan keras menjadi bentuk yang lebih kecil dan lunak. Sistem pencernaan berikutnya akan bekerja tidak maksimal atau justru bekerja terlalu keras akibat dari proses pengolahan makanan tidak sempurna akibat dari adanya gangguan pada rongga mulut. Oleh karena itu sebagai pemilik kucing atau anjing kita harus mengetahui gejala-gejala ketika hewan kesayangan kita memiliki gangguan pada rongga mulut.
            Sebelum membahas gejala apa saja yang biasanya muncul jika ada masalah pada rongga mulut, kita harus mengerti apa saja yang terdapat pada rongga mulut dan apa saja perbedaan pada kucing atau anjing. Mulut dibatasi di bagian depan dan samping oleh bibir dan pipi, pada bagian atas terdapat langit-langit keras dan lunak, dan pada bagian bawah terdapat lidah dan otot-otot mulut. Terdapat juga empat pasang kelenjar air liur yang nanti dapat mengalir ke mulut. Faring adalah tabung fibromuskular yang terdapat persis didepan tulang leher yang berhubungan dengan rongga hidung, rongga telinga, dan laring. Makanan yang masuk akan dijaga agar tidak masuk ke paru-paru oleh epiglotis, yang bertugas menutup laring dan trakea ketika hewan menelan, sehingga makanan dapat masuk ke esophagus.
            Pada rongga mulut terdapat gigi yang pada anjing dan kucing terdapat perbedaan. Rata-rata kucing dewasa memiliki 30 gigi. Hal ini menunjukkan bahwa gigi kucing lebih sedikit selisih 2 gigi pada manusia dan 12 gigi pada anjing. Gigi kucing dirancang untuk menangkap, memotong, mencabik, dan merobek. Gigi belakang memiliki struktur seperti gigi depan, yaitu runcing dan tajam. Gigi pada kucing tidak dirancang untuk mengunyah makanan. Kucing biasanya menangkap makanan dengan cakar depan, kemudian menggigit dengan ke empat taringnya, kemudian memotong makanan tersebut dengan gigi belakang, dan menelan makanan tersebut tanpa mengunyah.
            Organ lain pada rongga mulut adalah lidah. Permukaan lidah kucing berbentuk seperti kait tajam yang mengarah ke dalam menuju bagian belakang tenggorokan. Struktur lidah seperti ini yang digunakan kucing sebagai “sisir” untuk merapikan rambutnya. Hal ini yang menyebabkan kucing sering menjilati rambutnya atau kita sebutSelf grooming. Jika kucing pernah menjilat kita, maka lidah tersebut akan terasa sangat kasar. Tidak seperti beberapa hewan, kucing juga tidak mungkin untuk menjilat luka-luka mereka karena permukaan lidah yang kasar seperti itu justru akan menimbulkan rasa sakit. Air liur yang dikeluarkan terdapat enzyme antibakteri yang dapat membantu proses persembuhan luka.
            Ada beberapa gejala yang muncul ketika kucing atau anjing kita mengalami masalah pada rongga mulut. Gejala yang paling sering terlihat yaitu kucing atau anjing kita menjadi berkurang nafsu makannya atau bahkan tidak mau makan sama sekali. Ini adalah salah satu indikasi pertama penyakit mulut. Dalam hal ini, tidak mau makan disebabkan oleh rasa nyeri pada mulut. Kucing atau anjing akan sering duduk di samping tempat makanan, menunjukkan indikasi bahwa mereka ingin makan, dan bahkan mungkin mulai makan sedikit, tetapi seketika dimuntahkan lagi. Jika anda mencoba untuk memeriksa dengan membuka mulutnya mereka akan merasa kesakitan dan berusaha untuk menghindar. Pada kucing tidak mau makan merupakan masalah yang sangat serius. Bahkan 24 jam kucing tersebut tidak makan sama sekali, maka akan terjadi ketidak seimbangan pada organ hati.
            Pada kucing akan terlihat rambut mereka terlihat tidak terawat. Karena mulut digunakan untuk perawatan, indikasi lain dari kucing dengan masalah pada mulut adalah kurangnya perawatan. Ketika mereka menjilati rambutnya biasanya disertai dengan air liur, maka rambut di area sekitar mulut akan terlihat basah karena produksi air liur yang berlebih. Rasa sakit pada rongga mulut adalah salah satu penyebab utama produksi air liur menjadi berlebihan. Air liur dapat berubah warna menjadi coklat atau merah indikasi dari adanya infeksi atau pendarahan pada rongga mulut.
            Gejala lain yang sering terlihat adalah bau mulut. Mulut yang menjadi bau tidak seperti baiasanya merupakan hal yang tidak normal. Kita harus menemukan penyebab dari bau mulut tersebut sehingga pengobatan yang tepat dapat diberikan. Beberapa penyebab bau mulut adalah stomatitis dan gingivitis. Karang pada gigi yang terlalu banyak adalah penyebab lain dari bau mulut. Biasanya bau mulut disertai dengan air liur yang berlebih merupakan indikasi adanya masalah mulut. Gangguan pada organ ginjal biasanya juga menyebabkan bau dan ulcer pada mulut.
            Pada kucing atau anjing yang terdapat gangguan mulut biasanya menunjukkan reflek seperti batuk atau tersedak. Hal ini biasanya terjadi jika ada benda asing pada rongga mulut yang membuat sakit, sehingga ingin dikeluarkan. Pada beberapa kasus kucing atau anjing terlihat susah membuka mulut atau terlihat kesusahan dalam menelan walaupun hanya air. Hal ini terjadi biasanya karena terdapat masalah pada rahang atau leher.
            Dari gejala yang telah disebutkan, tidak semua muncul jika terdapat gangguan pada mulut. Banyak masalah mulut dapat didiagnosis dengan memeriksa bibir, gigi, dan rongga mulut. Tapi kita harus berhati-hati tidak boleh dipaksa ketika melakukan pemeriksaan rongga mulut jika kucing atau anjing kita merasa kesakitan. Segera bawa ke dokter hewan jika melihat kucing atau anjing kita mengalami masalah mulut. Dokter hewan akan memeriksa lebih lanjut penyebab gangguan mulut tersebut. Dokter hewan juga akan memberikan obat dan biasanya akan menyarankan mengganti pakan yang bentuk basah atau yang lembut untuk memudahkan anjing atau kucing kita menggambil dan menelan.
             

Sumber Pustaka :
Carlson, D.G. and J.M. Griffin. 2008. Cat Owner’s Home Veterinary Handbook. Third Edition.
Wiley Publishing, Inc., Hoboken, New Jersey
Carlson, D.G. and J.M. Griffin. 2007. Dog Owner’s Home Veterinary Handbook. Third Edition.
Wiley Publishing, Inc., Hoboken, New Jersey


Tidak ada komentar:

Posting Komentar