Minggu, 12 Maret 2017

Mengenal Lebih Dekat tentang Kelinci

oleh Dinda Mahardika, DRH
Kelinci merupakan pet exotic yang termasuk dalam golongan family Leporidae dan Ochotonidae. Nama ilmiah untuk jenis kelinci yang ada di seluruh dunia yaitu Oryctolagus cuniculus. Kelinci juga mempunyai kemiripan dengan golongan rodentia atau sejenis tikus, hamster, marmot dll. Kedua jenis hewan ini mempunyai kemiripan dalam struktur anatomi gigi dan mulut yakni pada bagian gigi insicius atas pada rahang atas dan bawah yang dimodifikasi seperti pisau untuk memotong makanan yang dikunyah. Kelinci dibagi ke dalam beberapa breed atau jenis yang ada di seluruh dunia yaitu fancy breeds dan fur breed. Pada kelompok fur breed diklasifikasikan menjadi normal fur breeds, Rex breeds dan Satin breeds. Untuk normal fur breed memiliki lapisan bawah kulit yang berfungsi menjaga kesehatan rambut, sedangkan Rex breeds mempunyai rambut pendek untuk melindungi kulit dan jenis Satin breeds mempunyai serat rambut yang abnormal untuk memproduksi sheen.
Tingkah laku yang sering kita amati bila kelinci kita sering memakan feses atau kotorannya sendiri, hal ini bukan berarti kelinci mengalami gangguan atau masalah kesehatan namun hal ini sangat normal terjadi pada kelinci. Hal ini terjadi karena kelinci mempunyai struktur anatomi pencernaan yang unik yaitu adanya cecotropesatau night feces yang lembut seperti kotoran cair. Hal ini juga seringkali owner atau pemilik mengsalah artikan dengan adanya gangguan pencernaan atau diare pada hewan kelincinya padahal itu merupakan cecotrop yang tidak termakan oleh kelinci. Cecotrop sangatlah penting untuk nutria pada kelinci sebab mengandung kadar lemak yang tinggi, protein dari mikroba, vitamin B, natrium, kalium serta air. Sexual maturity atau masa birahi pada kelinci beragam tergantung dari masing-masing breed. Small breed umumnya sexual maturity nya pada umur 4 samapai 5 bulan, sedangkan medium breed pada umur 4 hingga 6 bulan dan pada large breed sexual maturity pada umur 5 hingga 8 bulan. Dan juga kelinci mempunyai kebiasaan untuk self grooming terutama pada area wajah, hingga bagian telinga.
Kelinci yang diliarkan atau hidup tidak dikandang akan mempunyai tingkah laku yang berbeda dengan kelinci domestic. Kelinci domestic juga jarang sekali stress dengan lingkungan sekitar apabila sering beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini berbeda dengan wild rabbit atau kelinci yang diliarkan maka akan cemderung mempunyai tingkat stress yang lebih tinggi. Pemeliharaan yang harus diperhatikan untuk kelinci yaitu Nutrisi pakan yang cukup dan seimbang. Waktu pemberian pakan yang baik untuk kelinci yaitu pada saat pagi atau subuh dan juga malam hari. Kelinci menyukai bahan pakan yang manis serta pakan yang mengandung molase atau sukrosa namun bukan pakan biasa yang dicampur dengan gula. Umumnya pet owner selalu memberikan pakan untuk kelinci kesayangannya dengan pellet sebab mudah didapatkan dan sudah diformulasikan mengandung bahan-bahan yang dibutuhkan oleh kelinci namun umumnya pellet ini mengandung rendah serat. Apabila kelinci hanya diberikan pakan pellet saja maka akan menyebabkan obesitas dan membuat kotoran menjadi cair. Oleh karena itu seperti hay atau fres rumput, sayuran hingga buah pun juga bias diberikan untuk kelinci. Namun juga perlu diperhatikan ada beberapa tanaman yang juga bersifat toxic atau racun untuk kelinci seperti almond, Aloe vera, dan buah cherry.
Kelinci kesayangan kita juga harus dibiasakan untuk exercise atau bermain dan dibiarkan lepas dari kandangnya, hal ini dilakukan untuk menjaga fisik dan mental agar selalu dalam keadaan baik. Bermain di rumput secara teratur juga merangsang untuk defekasi dan urinasi secara normal, sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan system perkemihan. Selain itu juga, jika membiarkan kelinci kesayangan bermain bebas di rumput juga mendapatkan sinar matahari yang mengandung vitamin D. Kandang yang baik untuk kelinci yaitu jauh dari suara yang bisik sebab dapat menyebabkan stress, alas kandang yang harus selalu bersih dan juga dapat diberikan hay atau rumput sebagai alas sehingga membuat kelinci terhindar dari penyakit pododermatitis dan penyakit kulit lainnya, serta pengaturan suhu yang ada di kandang agar tidak terlalu panas dan cukup ventilasi. Penggantian alas lantai pada kandang harus rutin dibersihkan agar meminimalisir adanya infeksi.
Gambar : Contoh kandang untuk Kelinci Outdoor

Contoh gambar Kandang Kelinci indoor




Sumber pustaka:
Delaney, CAJ. 2000. Exotic Companion Medicine Handbook. Biological Education Network, Lake worth, Florida.

Quensberry KE, Carpenter WJ.2004. Ferret, Rabbit and Rodents Clinical Medicine and Surgery. El Savier Saunders. United State of America.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar